31 Jan 2019

KORBAN JANJI CINTA SEGITIGA [PART II]


Lanjutan dari Part I ... 
Singkat cerita, mereka pun bertemu disebuah bundaran gerbang masuk di salah satu universitas dikota itu. Setelah saling sapa Reza pun langsung ke topik pembicaraan dalam pertemuan itu:

Reza : kamu sayang sama Julia?

Pertanyaan itu sedikit membuat kaget Indra

Indra : iya, aku sayang sama dia
Reza : aku tahu kamu tadi habis ketemuan kan sama Julia? Asal kamu tahu ndra aku sama Julia udah jadian beberapa hari yang lalu
Indra : tapi kok Julia gak pernah bilang?
Reza : ya mungkin dia belum ngasih tau aja ke kamu, makanya aku ngajak kamu ketemuan disini mau ngasih tau tentang ini.
Indra : kamu gak bercanda kan Za? Wong Julia juga biasa-biasa aja kok perasaannya ke kamu, kalau emang bener kamu pacaran sama dia kenapa waktu kamu telpon tadi gak dijawab sama dia?
Reza : bro kita itu kenal udah betahun-tahun, kita udah sahabatan sejak dulu, masak kamu gak percaya sama aku dan lebih mempercayai orang lain yang baru sebulan kamu kenal.

Disitu Indra langsung terdiam dan gak tau harus ngapain, dalam hatinya udah mulai tumbuh amarah dan sakit hati, pikirannya sudah kacau dan gak bisa mikir jernih lagi. Tiba-tiba Reza membuyarkan lamunan si Indra

Reza : kamu orang baik ndra, kamu masih bisa mendapatkan orang yang lebih baik dari si Julia. Julia itu… (bla bla bla.,disini Reza ngomong panjang lebar, dia juga (maaf) ngomongin aib Julia dimasa lalunya yang intinya agar membuat si Indra ini tambah ilfeel sama Julia)

Disini pikiran Indra semakin kacau, amarahnya semakin memuncak. Dalam situasi tersebut Reza berhasil mamanfaatkan kondisi Indra untuk lebih memprovokasinya karena dalam emosi yang tinggi orang gak akan bisa berfikir antara baik dan buruk, dan akan mudah untuk di provokasi.

Reza : gimana kalau kita buat sebuah perjanjian. Ini demi persahabatan kita ndra, kita udah sahabatan lama masak terpecah hanya karena satu wanita? Lagian kan aku sama Julia kenal lebih dulu jika dibanding kamu
Indra : gimana perjanjiannya?
Reza : kamu harus berjanji demi Tuhan untuk tidak deketin Julia dan gak akan macarin dia sampai kapanpun, dan mulai besok kamu harus mengatakan ke Julia untuk tidak menghubungi kamu lagi.

Indra sebenarnya merasa keberatan dengan perjanjian itu, tapi demi persahabatannya dan omongan-omongan provokasi yang diucapkan oleh Reza tentang Julia akhirnya Indra menyanggupi perjanjian tersebut, sambil mengucap “deal” mereka pun bersalaman lalu Indra pulang meninggalkan Reza ditempat tersebut.

Keesokan paginya, dengan mata yang lelah karena semalaman nggak bisa tidur Indra mulai mengetik sebuah sms yang ditujukan kepada Julia, yang inti dari isi sms tersebut adalah Julia dilarang menghubungi Indra lagi karena ia mau fokus sama kuliyahnya. Pesan pun terkirim dan gak ada jawaban dari Julia, disitu Indra merasa sangat kasihan sama Julia dan gak bisa membanyangkan gimana perasaan Julia waktu menerima sms tersebut, marah dan sedih pastinya.

Dua hari kemudian ada sebuah jawaban dari Tuhan, waktu itu Reza menghubungi Indra untuk meminta nomer baru dari Julia, memang si Julia ini baru saja mengganti nomernya tapi yang membuat Indra bingung kenapa Reza minta nomer Julia ke dia, bukankah mereka pacaran, gak mungkin juga seseorang ganti nomer tapi pacarnya gak dikasih tahu. Dari situ Indra mulai menyadari kalau selama ini dia dibohongi sama Reza kalau dia pacaran dengan Julia. Belum sembuh rasa sedih dua hari lalu, kini muncul kesedihan yang semakin dalam menimpa si Indra, sedih karena dibohongi oleh sahabat yang dipercaya, tapi juga sedih karena kehilangan orang yang dia sayang.

Seketika itu persahabatan mereka hancur, nggak saling tatap muka, nggak saling bertegur sapa, bahkan berpapasan pun mereka menghindari dan itu terjadi selama dua tahun. Kejadian itu gak akan dilupakan dihidup Indra, rasa sakit yang teramat sakit yang pernah dirasakan oleh Indra selama hidupnya, dihianati oleh seorang sahabat yang telah dipercaya tapi ternyata malah  membuatnya sengsara. 

Bulan pun berganti, Indra dan Julia berhubungan kembali, merekapun mulai ngobrol sana sini, rasa cinta itu mulai tumbuh kembali, berharap bisa memperbaiki hubungan yang dulu sempat terhenti, rasa-rasa sakit itupun sedikit mulai terobati.

Tapi Indra sadar, hubungan itu gak bisa dia lanjutkan, janji yang telah terucap waktu itu nggak mungkin dengan mudah dia hilangkan. Indra bingung dengan keadaannya, disatu sisi dia senang karena berhubungan kembali dengan Julia, dilain sisi dia nggak bisa untuk mengungkapkan perasannya. Sudah beberapa kali mereka ada kesempatan dekat, tapi Indra selalu mencoba menahan perasaannya dengan bersikap biasa saja dan terkesan cuek terhadap Julia. Indra pun menyadari gimana perasaan Julia terhadap dirinya, Julia suka dengan Indra begitupun sebaliknya.

Karena nggak betah dengan sikap Indra terhadap dirinya, Julia akhirnya meninggalkan Indra dan memilih lelaki lain yang mencintainya. Karena itulah Julia menganggap Indra sebagai teman biasa, dia beranggapan bahwa Indra nggak mencintainya seperti dia mencintai Indra. Mungkin Reza bahagia banget melihat ini semua, rencananya untuk menjauhkan Indra dan Julia sudah sesuai keinginannya. 

Selama bertahun-tahun janji itu membuat Indra hanya menjadi pengagum rahasia, mencintai dalam diam pada orang yang nggak mungkin dia dapatkan. Dia menjadi sosok yang menutup diri pada orang sekitar dan orang baru yang dia kenal dan dia hanya mampu mensupport Julia dari kejauhan, senang jika melihat Julia sedang senang, sedih jika melihat Julia sedang sedih. Tapi mungkin itu dulu, sekarang Indra sudah menata diri, dia belajar dari kisah masa lalunya, diapun mulai membuka sedikit demi sedikit hatinya untuk orang baru dan memaafkan semua kesalahan masa lalu.

Sekian kisah rumit ini, kisah nyata yang ditulis sesuai  dengan aslinya dengan menggunakan nama samaran disetiap karakternya. 
Semoga kita bisa ambil banyak pelajaran didalamnya bahwa kita harus tetap waspada terhadap orang yang kita kenal, karena musuh yang paling berbahaya adalah orang yang paling dekat dengan kita.

Kita juga jangan terlalu cepat menjudge orang lain karena sikapnya yang kurang baik terhadapmu, sebelum kamu tahu alasan yang sebenarnya :) 

=============== S E L E S A I ===============

KORBAN JANJI CINTA SEGITIGA [PART I]


Ini adalah cerita antara persahabatan dan cinta, sebuah cerita yang terjadi sekitar enam tahun lalu, cerita yang terjadi antara dua orang lelaki dan seorang perempuan.

Ada dua orang lelaki yang mempunyai hoby sama, mereka ini bersahabat baik sudah lama sejak duduk dibangku kuliah, selain mempunyai hoby yang sama yaitu fotografi mereka juga bak kakak beradik (teman-temannya bilang seperti itu) karena disetiap momen apapun seperti nongkrong, ngumpul organisasi, maupun saat jalan-jalan mereka selalu barengan sehingga teman-temannya menganggap mereka seperti kakak adik meskipun nggak ada mirip-miripnya sih hehe.. sebut saja namanya Reza dan Indra.

Waktu itu dalam komunitas mereka mempunyai hoby baru didunia fotografi, jadi setiap harinya meraka belajar bareng tentang teknik fotografi maupun teknik editing pada foto. Kebetulan si Indra ini sedikit mempunyai keahlian dalam editing foto karena sebelum kuliah dia terlebih dahulu belajar disebuah lembaga pendidikan yang salah satu program studinya mempelajari tentang desain grafis, jadi disitu mereka saling tukar ilmu.

April 2013
waktu itu Reza dan Indra ingin memperdalam lagi ilmu fotografinya, sebagai fotografer mereka harus banyak memfoto dari mulai foto pemandangan, tumbuhan, binatang maupun orang. Waktu itu mereka butuh model untuk belajar dan kebetulan ada seorang perempuan yang mau diajak hunting foto bersama mereka, dia adalah Julia. Selain Reza dan Indra ada dua lagi temen mereka yang bergabung dalam sesi hunting ini, jadi ada satu model dan empat orang fotografer. Oh iya dari empat fotografer ini hanya si Indra yang belum kenal dengan Julia, jadi ini adalah pertemuan pertama mereka. Dalam hunting foto ini gak berlangsung lama karena waktu udah semakin sore, kemudian mereka berpisah untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Dihari berikutnya Indra dan Julia melanjutkan komunikasinya via Facebook karena waktu hunting itu gak ada percakapan sama sekali antara mereka. Dari obrolan ke obrolan kemudian lanjut dengan saling tukar nomer handphone. Hari-hari pun berlalu hubungan Indra dan Julia semakin dekat, disisi lain si Julia ini sebenarnya juga dekat dengan Reza. Hubungan cinta segitigapun mulai terjadi antara mereka. Indra juga tahu kalau Reza dan Julia sering jalan bareng, begitupun dengan Reza diam-diam juga menyelidiki kedekatan antara Indra dan Julia. Mereka akhirnya sama-sama mengetahui kalau mereka menyukai satu perempuan yang sama. Dari situ mulai timbul rasa saling cemburu antar mereka.

Rasa cemburu pertama yang dialami oleh Indra waktu itu saat si Julia mau berkunjung ke tempat Indra buat ngerjakan tugas kuliyahnya, kebetulan Indra ini mempunyai wifi pribadi yang biasa dipakai bersama teman-temannya untuk mengerjakan tugas. Indra waktu itu senang karena mendapat kabar bahwa Julia mau berkunjung, dia pun menunggu kedatangan Julia dengan perasaan bahagia di ruang tamunya. Beberapa menit kemudian yang ditunggu pun datang, Indra menyambutnya dengan senyuman, namun seketika dibuat bengong oleh sesosok orang yang ada dibelakang Julia, ya waktu itu Julia datang dengan diantar oleh Reza. Rasa senang dan bahagia yang Indra rasakan pun berubah jadi rasa yang sangat cemburu, kesal campur menjadi satu. Indra pun gak fokus lagi untuk membantu Julia mengerjakan tugasnya.

Sebenarnya Indra juga bingung waktu itu dan bertanya-tanya dalam hatinya tentang sikap dari si Julia yang dekat dengan dia sekaligus Reza yang tak lain adalah sahabatnya. Namun kegundahan hatinya semakin menipis seiiring hubungannya dengan Julia semakin dekat.

Mei 2013
Ada suatu hari yang gak akan dilupakan seumur hidup oleh Indra. Waktu itu malam sehabis isya’ Julia menghubungi Indra untuk mengantarnya beli cilok kesukaannya. Indra pun menjemput Julia ke kostannya lalu mengantarnya kepusat kota, disebuah persimpangan jalan yang terdapat seorang penjual cilok yang selalu ramai oleh para pembelinya. Indra dan Julia menikmati malam itu dengan sepiring cilok ditangannya, sesekali obrolan-obrolan kecil terucap antar mereka, dengan diiringi suara bising kendaraan bersautan yang sedang lalu lalang didepannya. Iya mereka memang sedang duduk ditrotoar pinggir jalan disebuah kota, tapi mereka nggak mempedulikan itu semua, bagai permaisuri dan raja yang berada dikereta kencananya, merekapun nggak peduli dengan yang ada disekitarnya.

Dalam keheningan obrolan, mereka dikejutkan dengan bunyi ringtone dari handphone Julia, mata mereka pun tertuju ke layar handphone yang menampilkan sebuah nama. Waktu itu Reza menelpon Julia sampai beberapa kali namun Julia enggan menjawabnya. Malam semakin larut, cilok juga semua sudah mendarat diperut, Indra dan Julia bergegas meninggalkan tempat duduknya, canda-canda Indra dan Julia mengiringi perjalanan pulang meraka sebelum akhirnya percakapan merekapun harus terhenti ketika motor yang mereka tumpangi telah sampai di kostan Julia.

Waktu menunjukkan tengah malam, Indra pun memasuki kamarnya untuk memejamkan mata. Belum terlelap dalam tidurnya, ia dikagetkan dengan suara ringtone di handphonenya yang ternyata adalah si Reza, lalu ia pun mengangkatnya. Dalam percakapan singkat meraka berbicara:

Reza : Ndra kamu ada dimana? Bisa ketemuan gak sekarang?
Indra : gak bisa besok aja Za ini kan udah malam
Reza : gak bisa, aku butuh hari ini. Ini tentang Julia
Indra : oke.. (Indra hanya menjawab singkat dan menyetujui pertemuan tersebut)

Setelah menentukan tempat yang mereka sepakati, Indra bergegas untuk menemui Reza. Dalam perjalanan perasaan Indra kacau, was-was, dan banyak pertanyaan yang muncul di pikirannya, “ada apa Reza ngajak ketemuan mendadak begini” gumamnya waktu itu.

Bersambung ke... Part II


24 Jan 2019

Sebuah Perjalanan Perpisahan


Hari itu Sabtu, 5 Januari 2019 jam lima pagi. Pagi itu aku masih berkelut dengan selimut di kamarku, sambil merasakan dinginnya udara pagi sesekali mengingat-ingat mimpi yang terjadi dimalam hari. Beberapa menit berlalu sinar mentaripun menyelinap masuk dalam lubang ventilasi kamarku, aku tersadar dalam lamunku, ada janji yang harus aku tepati pagi itu. Beranjak dari tempat tidurku aku langsung menuju kamar mandi, aku gak pernah mandi sepagi itu, jujur itu dingin sekali tapi membuat aku semangat lagi.

Setelah aku prepare ini itu, baju rapi, semprot sana sini, mesin motor aku panasi, and yes I’m ready to go.. dalam hati aku bergumam “demi apa aku kayak gini”, ya ini demi kamu entahlah yang pasti aku gak mau mengecewakan orang yang membutuhkan bantuan.

Cuaca hari itu cerah sekali, udara pun segar dengan angin semilir sesekali menerpaku. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang setiap saat bisa turun hujan tiada henti siang maupun malam. Tiba-tiba terdengar nada handphoneku berbunyi, sebuah chat masuk dari orang yang menunggu jemputanku. 

Ya aku memang ada janji untuk menjemput seseorang di stasiun kereta lalu mengngantarkannya ke bandara. Isi pesan aku baca dia mengatakan kalau hampir sampai stasiun 20 menit lagi, akupun kaget cepet sekali batinku, karena perkiraanku kereta akan sampai sekitar 40 menit lagi jadi aku sedikit santai. Jarak antara rumahku ke stasiun sekitar 27 km dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit lebih jika berkendara dengan kecepatan normal. Okelah no problem akupun langsung menggeber motorku dengan kecepatan penuh melintasi jalan raya yang ramai oleh lalu lalang kendaraan pagi itu. Dan setelah sampai stasiun temenku ternyata sudah sampai duluan, beruntung dia gak menunggu terlalu lama.

Singkat cerita kita langsung menuju bandara, jarak stasiun ke bandara lumayan dekat sekitar 3 km. Oh iya perkenalkan temenku ini namanya Lina (nama samaran), seorang temen lama yang aku kenal dikota sebelah sewaktu kuliah dulu. Lina ini sosok orang yang rame dan gampang akrab dengan orang baru.

Sehari sebelumnya si Lina ini menghubungiku kalau dia mau keluar kota untuk bekerja dan dia butuh bantuanku untuk mengantarnya ke bandara yang berada dikotaku. Kita tinggal dikota yang bersebelahan. Sebenarnya dikota Lina ini juga mempunyai bandara namun tidak ada penerbangan langsung sesuai dengan tujuan dia, sehingga mengharuskan dia memakai bandara kota sebelah untuk bepergiannya.

Sempet bingung nyari tiket pesawat yang jadwalnya bisa tersambung dengan jadwal kedatangan kereta yaitu jam 7.30, karena ada beberapa jadwal penerbangan  akhirnya diputuskan untuk memilih jadwal pada jam 11 siang. Sebenarnya ada juga jadwal yang lebih pagi yaitu jam 9, dikarenakan ini adalah penerbangan perdananya Lina (aku malah belum pernah :D) jadi masih belum tahu prosedur naik pesawat dan takut kalau ketinggalan. Alhasil kita menunggu take off selama 3 jam di bandara.

Oh ya aku terakhir ketemu dengan Lina yaitu pada tahun 2017 tepatnya pada waktu hari raya Idul Fitri di rumahnya. Kita emang jarang banget ketemu apalagi kita tinggal di kota yang berbeda, komunikasi kita hanya lewat sosmed aja dan pertemuan kali ini bisa jadi menjadi pertemuan terlama antara aku dan Lina. Selama menunggu jadwal penerbangan kita mengisi waktu dengan foto-foto, ngobrol, ketawa-ketawa dan hampir gak ada percakapan yang serius yang keluar dari obrolan kita. Waktupun berlalu 3 jam terasa sejam, terdengar suara pengumuman dari speaker bandara yang menghimbau penumpang untuk siap-siap karena pesawat akan segera take off.

Sebelum beranjak dari kursinya, aku ajak Lina untuk foto bareng, “kapan lagi ketemu” batinku saat itu. Kemudian Lina minta untuk divideoin saat dia berjalan menuju ruang keberangkatan lalu diakhiri dengan lambaian tangan dan dia pun pergi menjauhi ruang tunggu. Aku sempat berfikir waktu itu “kok kayak perpisahan hehe”.

Beberapa jam kemudian si Lina mengabari kalau dia udah sampai ditempat tujuan, dia pun bercerita tentang enaknya naik pesawat yang baru pertama kali dalam hidupnya itu, dia seneng banget tak lupa juga dia membagikan pengalamannya itu di media sosialnya dan dia juga mengucapkan terimakasih ke aku karena sudah mengantarnya.

Seperti hari-hari biasa kita masih tetap berkomunikasi via sosmed ngobrolin apapun dari yang sederhana soal jalan-jalan sampai ke masalah jodoh. Lina juga bercerita kalau hari-hari dia disana sangat menyenangkan, ditempat baru, teman baru dan relasi baru. Dia sempat berkata “Nanti kalau aku pulang kamu mau aku bawain oleh-oleh apa?”, “aku bawain kabar baik aja” jawabku saat itu. Percakapan kita emang konyol, kadang juga gak nyambung :D but it’s fun..

Singkat cerita di hari ke tiga dia mulai sedikit berubah, dia udah mulai sibuk, ya sibuk dengan dunianya. Sebenarnya kerjaan dia santai, santai banget, dia masih bisa buka WA, main IG dan main sosmed lainnya. Mungkin dia terlalu menikmati kehidupan barunya hingga melupakan kehidupan yang sudah ada sebelumnya. Perubahan itu berawal saat dia baru buka chatku setelah TIGA HARI terkirim, jujur aku jenggkel banget waktu itu. Setelah itu komunikasi kita sedikit renggang, ngobrolpun cuma seperlunya aja, lama-lama semakin renggang dan akhirnya hilang.. ya Lina sudah gak mau bales chatku, udah beberapa kali aku mengirim tidak ada jawabnya, sampai detik ini aku masih lost komunikasi dengan dia.

screenshot chat dari Lina
Ternyata pikiranku soal perpisahan di bandara itu jadi kenyataan, aku jadi ingat kata-kata Lina sewaktu sebelum berangkat keluar kota, dia berkata kalau dia akan selalu ingat sama aku saat dia jauh, tapi sekarang ucapan hanya tinggal ucapan jika tanpa tindakan.

Inilah kisahku dengan Lina, kisah persahabatan yang hilang. Aku gak nyangka ketika aku mengantarnya ke bandara ternyata itu juga mengantar sebuah perpisahan, gak cuma membuat jarak tinggal kita semakin jauh tapi juga membuat hubungan kita semakin keruh.

Buat Lina kalau kamu baca tulisan ini, aku mengucapkan terimakasih telah mengisi hariku dengan candaanmu dan maaf kalau ada kata-kata yang kurang enak yang keluar dari ucapanku selama berteman sehingga mebuatmu seperti ini.

.:
Oh iya aku juga belum ngucapin terimakasih ke kamu soal buah-buahan yang kamu kasih ke aku ketika di bandara waktu itu, buah itu aku bagi ke keluargaku, mereka suka dan habis saat itu. Thanks ya :)


2 Jan 2019

Selamat Datang 2019

Hai semua.. gimana kabarnya? entah udah berapa lama aku gak nulis blog, mungkin sekitar 4 - 5 tahun yang lalu tulisan terakhirku terpost di blog ini. Yah..itung-itung kita reunian ya kan hehe
btw kita baru saja melakukan pergantian tahun nih.,biasanya tahun baru itu identik dengan resolusi. Pasti temen-temen semua punya dong yang namanya resolusi ataupun keinginan-keinginan yang ingin dicapai ditahun ini atau resolusi tahun-tahun sebelumnya ada yang belum tercapai? hehe.. gak usah sedih kalau resolusi belum ada yang tercapai.

Namanya juga hidup gak selamanya semua keinginan kita itu tercapai semua dalam waktu yang singkat, apalagi keinginan kita itu dalam kategori tinggi yang notabene hanya orang-orang tertentu yang sanggup misal punya rumah, punya motor&mobil baru, punya usaha besar, dll itu semua bisa kita raih dengan cepat dan singkat kalau kita kaya raya. Bagaimana kalau kita orang biasa pasti sulit kan mewujudkan impian sebesar itu dalam waktu singkat dan pasti gak cukup cuma dalam waktu setahun saja apalagi pekerjaan kita sekarang masih karyawan biasa.

Maka dari itu kita harus rasional dalam menentukan resolusi sesuai dengan kemampuan diri kita misalnya buat yang masih lajang pingin nikah, ingin naik gaji atau naik jabatan, beli motor baru, dll. Itu semua bisa buat resolusi tahun baru yang sekiranya bisa dicapai dalam waktu setahun. Tapi bukan berarti kita menghapus atau menghilangkan keinginan impian yang besar, impian-impian besar itu kita masukkan dalam list yang harus kita gapai dalam jangka panjang. Justru impian yang besar itu buat memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik terus bekerja keras. Tugas kita hanya berdoa dan berikhtiar, bukankah Allah akan mengabulkan setiap keinginan hambanya selama itu baik, dan Allah mengetahui yang terbaik untuk hambanya.

Jika ada keinginan kita yang belum terwujud padahal kita udah semangat untuk mendapatkannya, tidak usah berkecil hati karena Allah punya cara sendiri untuk mengabulkan doa-doa kita, bukan berarti kita gak berhak untuk mendapatkan impian itu karena sejatinya Allah punya 3 cara untuk mengabulkan doa-doa kita yaitu ➧Allah langsung mengabulkannya, ➧Allah menunda doa kita, dan ➧Allah mengganti doa tersebut dengan suatu hal yang lebih baik. Intinya disini kita harus tetap sabar dan yakin kalau doa kita bakalan dikabulkan sama Allah dan kita akan menjadi orang yang sukses. Karena semua orang itu punya hak untuk sukses. 

Wah tumben nih tulisan serius amat haha :D sesekali gak apa-apalah ya biar ada sedikit selingan. Sekian dulu ya tulisan dariku semoga bisa jadi motivasi buat kita semua yang sedang berjuang untuk menggapai impian dan mohon maaf kalau ada salah kata dalam penulisan.. trims :)