24 Jan 2019

Sebuah Perjalanan Perpisahan


Hari itu Sabtu, 5 Januari 2019 jam lima pagi. Pagi itu aku masih berkelut dengan selimut di kamarku, sambil merasakan dinginnya udara pagi sesekali mengingat-ingat mimpi yang terjadi dimalam hari. Beberapa menit berlalu sinar mentaripun menyelinap masuk dalam lubang ventilasi kamarku, aku tersadar dalam lamunku, ada janji yang harus aku tepati pagi itu. Beranjak dari tempat tidurku aku langsung menuju kamar mandi, aku gak pernah mandi sepagi itu, jujur itu dingin sekali tapi membuat aku semangat lagi.

Setelah aku prepare ini itu, baju rapi, semprot sana sini, mesin motor aku panasi, and yes I’m ready to go.. dalam hati aku bergumam “demi apa aku kayak gini”, ya ini demi kamu entahlah yang pasti aku gak mau mengecewakan orang yang membutuhkan bantuan.

Cuaca hari itu cerah sekali, udara pun segar dengan angin semilir sesekali menerpaku. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang setiap saat bisa turun hujan tiada henti siang maupun malam. Tiba-tiba terdengar nada handphoneku berbunyi, sebuah chat masuk dari orang yang menunggu jemputanku. 

Ya aku memang ada janji untuk menjemput seseorang di stasiun kereta lalu mengngantarkannya ke bandara. Isi pesan aku baca dia mengatakan kalau hampir sampai stasiun 20 menit lagi, akupun kaget cepet sekali batinku, karena perkiraanku kereta akan sampai sekitar 40 menit lagi jadi aku sedikit santai. Jarak antara rumahku ke stasiun sekitar 27 km dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit lebih jika berkendara dengan kecepatan normal. Okelah no problem akupun langsung menggeber motorku dengan kecepatan penuh melintasi jalan raya yang ramai oleh lalu lalang kendaraan pagi itu. Dan setelah sampai stasiun temenku ternyata sudah sampai duluan, beruntung dia gak menunggu terlalu lama.

Singkat cerita kita langsung menuju bandara, jarak stasiun ke bandara lumayan dekat sekitar 3 km. Oh iya perkenalkan temenku ini namanya Lina (nama samaran), seorang temen lama yang aku kenal dikota sebelah sewaktu kuliah dulu. Lina ini sosok orang yang rame dan gampang akrab dengan orang baru.

Sehari sebelumnya si Lina ini menghubungiku kalau dia mau keluar kota untuk bekerja dan dia butuh bantuanku untuk mengantarnya ke bandara yang berada dikotaku. Kita tinggal dikota yang bersebelahan. Sebenarnya dikota Lina ini juga mempunyai bandara namun tidak ada penerbangan langsung sesuai dengan tujuan dia, sehingga mengharuskan dia memakai bandara kota sebelah untuk bepergiannya.

Sempet bingung nyari tiket pesawat yang jadwalnya bisa tersambung dengan jadwal kedatangan kereta yaitu jam 7.30, karena ada beberapa jadwal penerbangan  akhirnya diputuskan untuk memilih jadwal pada jam 11 siang. Sebenarnya ada juga jadwal yang lebih pagi yaitu jam 9, dikarenakan ini adalah penerbangan perdananya Lina (aku malah belum pernah :D) jadi masih belum tahu prosedur naik pesawat dan takut kalau ketinggalan. Alhasil kita menunggu take off selama 3 jam di bandara.

Oh ya aku terakhir ketemu dengan Lina yaitu pada tahun 2017 tepatnya pada waktu hari raya Idul Fitri di rumahnya. Kita emang jarang banget ketemu apalagi kita tinggal di kota yang berbeda, komunikasi kita hanya lewat sosmed aja dan pertemuan kali ini bisa jadi menjadi pertemuan terlama antara aku dan Lina. Selama menunggu jadwal penerbangan kita mengisi waktu dengan foto-foto, ngobrol, ketawa-ketawa dan hampir gak ada percakapan yang serius yang keluar dari obrolan kita. Waktupun berlalu 3 jam terasa sejam, terdengar suara pengumuman dari speaker bandara yang menghimbau penumpang untuk siap-siap karena pesawat akan segera take off.

Sebelum beranjak dari kursinya, aku ajak Lina untuk foto bareng, “kapan lagi ketemu” batinku saat itu. Kemudian Lina minta untuk divideoin saat dia berjalan menuju ruang keberangkatan lalu diakhiri dengan lambaian tangan dan dia pun pergi menjauhi ruang tunggu. Aku sempat berfikir waktu itu “kok kayak perpisahan hehe”.

Beberapa jam kemudian si Lina mengabari kalau dia udah sampai ditempat tujuan, dia pun bercerita tentang enaknya naik pesawat yang baru pertama kali dalam hidupnya itu, dia seneng banget tak lupa juga dia membagikan pengalamannya itu di media sosialnya dan dia juga mengucapkan terimakasih ke aku karena sudah mengantarnya.

Seperti hari-hari biasa kita masih tetap berkomunikasi via sosmed ngobrolin apapun dari yang sederhana soal jalan-jalan sampai ke masalah jodoh. Lina juga bercerita kalau hari-hari dia disana sangat menyenangkan, ditempat baru, teman baru dan relasi baru. Dia sempat berkata “Nanti kalau aku pulang kamu mau aku bawain oleh-oleh apa?”, “aku bawain kabar baik aja” jawabku saat itu. Percakapan kita emang konyol, kadang juga gak nyambung :D but it’s fun..

Singkat cerita di hari ke tiga dia mulai sedikit berubah, dia udah mulai sibuk, ya sibuk dengan dunianya. Sebenarnya kerjaan dia santai, santai banget, dia masih bisa buka WA, main IG dan main sosmed lainnya. Mungkin dia terlalu menikmati kehidupan barunya hingga melupakan kehidupan yang sudah ada sebelumnya. Perubahan itu berawal saat dia baru buka chatku setelah TIGA HARI terkirim, jujur aku jenggkel banget waktu itu. Setelah itu komunikasi kita sedikit renggang, ngobrolpun cuma seperlunya aja, lama-lama semakin renggang dan akhirnya hilang.. ya Lina sudah gak mau bales chatku, udah beberapa kali aku mengirim tidak ada jawabnya, sampai detik ini aku masih lost komunikasi dengan dia.

screenshot chat dari Lina
Ternyata pikiranku soal perpisahan di bandara itu jadi kenyataan, aku jadi ingat kata-kata Lina sewaktu sebelum berangkat keluar kota, dia berkata kalau dia akan selalu ingat sama aku saat dia jauh, tapi sekarang ucapan hanya tinggal ucapan jika tanpa tindakan.

Inilah kisahku dengan Lina, kisah persahabatan yang hilang. Aku gak nyangka ketika aku mengantarnya ke bandara ternyata itu juga mengantar sebuah perpisahan, gak cuma membuat jarak tinggal kita semakin jauh tapi juga membuat hubungan kita semakin keruh.

Buat Lina kalau kamu baca tulisan ini, aku mengucapkan terimakasih telah mengisi hariku dengan candaanmu dan maaf kalau ada kata-kata yang kurang enak yang keluar dari ucapanku selama berteman sehingga mebuatmu seperti ini.

.:
Oh iya aku juga belum ngucapin terimakasih ke kamu soal buah-buahan yang kamu kasih ke aku ketika di bandara waktu itu, buah itu aku bagi ke keluargaku, mereka suka dan habis saat itu. Thanks ya :)


5 komentar:

  1. Keren mas, kayaknya si lina ini bukan temen biasa ya mas sampe dibela belain jemput jauh dan nungguin berjam jam dibandara hehe

    BalasHapus
  2. Saya jadi penasaran sama si lina ini hehe. Mas boleh request gak, dipostingan selanjutnya khusus bahas sosok si Lina ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya gak perlu deh mas, gak baik ngomongin orang hehe

      Hapus
  3. para Member setia Fansbetting,
    untuk kalian para pecinta permainan casino online
    yang mungkin sedang mencari agen terpercaya dengan bonus rollingan yang besar
    kami menyarankan kepada kalian semua para member setia kami
    bahwa kami akan memberikan BONUS ROLLINGAN 0.70% untuk kalian semua
    dan langsung otomatis masuk ke dalam id kalian,
    jadi untuk kalian yang mau mencoba bonus ini dan ingin bermain di salah satu agen yang terpercaya
    kalian bisa bermain bersama kami . fansbetting.com
    * CLAIM NOW AND JOIN US *

    Untuk keterangan lebih lanjut, segera hubungi kami di:
    WA : +855963156245^_^

    Ayo tunggu apalagi !!

    BalasHapus
  4. Admin numpang promo ya.. :)
    cuma di sini tempat judi online yang aman dan terpecaya di indonesia
    banyak kejutan menanti para temen sekalian
    cuma di sini agent judi online dengan proses cepat kurang dari 2 menit :)
    ayo segera bergabung di fansbetting atau add WA :+855963156245^_^
    F4ns Bett1ng agen judi online aman dan terpercaya
    Jangan ragu, menang berapa pun pasti kami proseskan..
    F4ns Bett1ng

    "JUDI ONLINE|TOGEL ONLINE|TEMBAK IKAN|CASINO|JUDI BOLA|SEMUA LENGKAP HANYA DI : WWw.F4ns Bett1ng.COM

    DAFTAR DAN BERMAIN BERSAMA 1 ID BISA MAIN SEMUA GAMES YUKK>> di add WA : +855963156245^_^

    BalasHapus

Jangan lupa komen ya sob..!!